Selamat pagi dan selamat berjumpa lagi di blog kami; "Saung Tanah Pasundan", tempat belajar dan berbagi ilmu seputar budaya dan bahasa Sunda. Bagaimana kabar anda hari ini? Semoga baik-baik saja ya. Tak lupa kami pun mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1443 H, mohon maaf lahir dan batin..
Pada postingan kali ini, kami akan ajak anda untuk mengenal dan belajar lagi, tentang nama-nama istilah keluarga dalam bahasa Sunda. Tentu buat anda para warga Tanah Pasunda atau masyarakat suku Sunda, hal seperti ini harus tahu. Soalnya ini sudah menjadi kebiasaan di lingkungan sekitar kita atau di keluarga kita sendiri..
Penasaran seperti apa dan bagaimana nama-nama istilah keluarga dalam bahasa Sunda? Yuk kita mulai saja belajarnya terkhusus untuk edisi hari ini:
Nama-nama Istilah Keluarga Dalam Bahasa Sunda
Ayah = rama, bapa, pun bapa, apa
Ibu = pun biang, indung
Kakak kandung = raka, teteh (perempuan), aa (laki-laki)
Adik kandung = rai, adi
Adik kandung ayah/ibu laki-laki = mamang, amang
Adik kandung ayah/ibu perempuan = bibi
Kakak kandung ayah/ibu = uwa
Kakek = aki, ngking
Nenek = nini, enin
Buyut = uyut, yuyut
Keponakan/anak kandung dari kakak = alo
Keponakan/anak kandung dari adik = suan
Adik ipar = adi beuteung
Suami = caloge, salaki
Isteri = isteri, pamajikan
Mertua = mitoha
Menantu = minantu
Saudara (bukan kandung) = baraya, saderek, dulur
Sepupu = misan
Tiri = tere
Majikan = dunungan
Anak laki-laki = pameget
Anak perempuan = isteri, awewe
Anak laki-laki ABG/dewasa = bujang
Anak perempuan ABG/dewasa = parawan
Anak pertama = cikal
Anak terakhir = bungsu
Bayi = orok
Anak kecil = murang kalih
Anak = budak, barudak (jamak)
Saya = abdi, kawula, kuring, aing, uing
Kamu/anda = anjeun, maneh, sia
Dia = manehna, anjeunna
Kita/kami = urang
Mereka = maranehna
Keterangan:
- Nama atau istilah dalam bahasa Sundanya diurutkan dari yang paling halus, sedang dan paling kasar. Atau bisa juga kata lainnya yang bermakna sama.
- Nama atau istilah di atas, bisa saja berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya, terkhusus yang masih dalam satu lingkup tanah Pasundan (sebagian besar daerah-daerah di Provinsi Jawa Barat).
- Maaf jika sekiranya kosakata yang kami tuliskan kurang/tidak lengkap.
Demikian ilmu dan informasi yang bisa kami bagi pada kesempatan hari ini. Mudah-mudahan ini bisa bermanfaat serta mohon maaf jika seumpama tulisan kami ini, banyak kekurangan dan ketidak sempurnaannya di sana sini. Maklum kami juga masih dalam tahap masih belajar dan terus belajar, untuk bisa lebih baik lagi ke depannya..
Oke, salam dulur salembur. Batur rangkul bisa jadi dulur, tapi dulur ulah nepi ka jadi batur..

Post a Comment for "Belajar Bahasa Sunda (Bagian 03)"