Belajar Bahasa Sunda (Bagian 12)

ilustrasi gambar oleh iStockphoto (edited by zaeabjal.my.id)


Belajar Bahasa Sunda (Bagian 12)


Mengenang masa lalu, terutama saat masih kita kecil, memang nggak ada habisnya untuk dikupas. Karena di sana tersimpan beberapa memori indah, yang membuat kita merasa terkesan dengannya. Ya walau ada juga beberapa memori yang buat kita sedih dan bahkan ingin melupakannya.


Nah kalau ngomongin masa lalu, pastinya kita akan selalu ingat permainan yang sering kita mainkan dengan teman-teman sebaya dulu. Tentu saja permainannya adalah permainan anak-anak yang sering dimainkan pada waktu itu. Seperti misalnya main kelereng, main layang-layang, main petak umpet atau dan sebagainya.


Sebagian permainan-permainan ini, masih dimainkan oleh anak-anak generasi sekarang. Namun sebagian lagi sudah hilang karena tergerus oleh kemajuan zaman. Contoh misalnya permainan yang masih dimainkan sampai dengan saat ini adalah layang-layang, kelereng atau petak umpet.


*Ini kalau di kampung kami ya..ntah kalau di daerah kalian, apa masih atau sudah nggak ada


Dan ngomongin tentang permainan masa lalu juga, pastinya kita ingat kalau ada kata-kata atau istilah yang sering dipakai selama kita menjalankan permainan tersebut. Tapi yang menarik adalah kalau istilah itu bisa berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya. Pun di daerah Sunda juga istilah-istilah tersebut mempunyai ciri khas tersendiri.


Lalu seperti apakah istilah-istilah dalam permainan anak-anak tempo dulu? Khususnya yang berlaku di daerah Sunda dan sekitarnya? Untuk mengetahuinya, yuk simak infromasinya berikut ini:


Mengenal Istilah-istilah Dalam Permainan Anak-anak Tempo Dulu


1. Layangan/layang-layang


- Tali kamah = benang yang dipasang di bagian badan layang-layang

- Kenur = benang yang dipakai buat menarik layang-layang (biasanya permukaannya licin)

- Gelasan = benang yang dipakai buat menarik layang-layang (biasanya permukaannya kasar)

- Ngotok = mengejar layang-layang putus

- Mamakan = layang-layang yang terbentang dan putus dengan tanpa sebab apapun


2. Kelereng/gundu atau gambar centang/dakocan


- Depot = pemain yang harus kalah karena gundunya terkena jarak kurang dari satu jengkal tangan manusia

- Dep = gundu pemain kena badan orang lain tapi nggak boleh dilempar sama orang tersebut

- Dur = gundu pemain kena badan orang lain dan haru dilempar sama orang tersebut

- Wir = pindah tempat buat mencentang gundu

- Tangsel = gundu yang mau dicentang dikasih tatakan sesuatu (bisa tanah, batu, bata atau dan semacamnya)

- Gico = ikut permainan tapi sistemnya berhutang dulu

- Bocahan = berpatner dengan orang lain dalam satu permainan


3. Petak umpet


Ucing = pemain yang jadi kucingnya atau pemain yang nantinya akan mencari pemain yang ngumpet di suatu tempat

Pit = ketika pemain minta toleransi untuk sementara waktu karena sebelumnya ia dianggap melanggar peraturan permainan

Cak = ketika pemain terkena hukuman oleh karena sebelumnya ia dianggap melanggar peraturan permainan

Ngokok = ketika pemain yang jadi kucingnya ogah kerja keras atau berusaha buat mencari pemain yang ngumpet di suatu tempat

Kagorok = ketika pemain yang jadi kucingnya tak tergantikan keadaan waktu yang lama (karena ia selalu gagal dalam sebuah permainan tersebut)


Keterangan:


- Maaf istilah yang kami sebutkan hanya sebatas permainan-permainan tertentu saja. Utamanya yang memang paling populer di kalangan anak-anak.

- Bahasa atau istilah ini bisa saja berbeda dengan di daerah lain. Meskipun misalnya daerah tersebut masih sama-sama masuk wilayah Tatar Sunda.

- Istilah "bocahan" juga sering dipakai dalam permainan lainnya (selain main gundu atau gambar centang). Pun begitu juga istilah "pit/cak" yang tidak hanya dipakai dalam permainan petak umpet saja. Tapi di dalam permainan lain juga ada.


Itulah beberapa istilah yang sering dipakai dalam permainan anak-anak tempo dulu. Utamanya yang sering dipakai oleh masyarakat Sunda, dalam setiap memainkan permainan-permaian tersebut.


Nah sekarang bagaimana? Anda masih ingat dengan istilah-istilah di atas? Hayoo, kalian yang merasa dari daerah Sunda, pasti masih hafal dong dengan istilah-istilah tersebut. Hehe


Oke demikian ilmu dan informasi yang bisa tim Saung Tanah Pasundan berikan pada kesemoatan hari ini. Semoga ini bisa bermanfaat, serta mohon maaf jika sekiranya ada salah-salah kata atau kalimat yang kami tulis dalam postingan ini.

2 comments for "Belajar Bahasa Sunda (Bagian 12)"

  1. permainan masa kecil itu di tiap daerah berbeda banget ya, di tempat saya petak umpet aja versinya bisa beberapa

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya karena kan disesuaikan dengan bahasa setempat.. hehe

      Delete