Lirik Lagu "Ulah Ceurik" dan Maknanya
Assalamu'alaikum, selamat malam semuanya teman-teman setia pembaca blog ini. Sudah lama ya admint nggak update blog ini. Lebih tepatnya, sudah hampir 1 bulan lebih kami nggak membuat postingan terbaru untuk blog yang sering anda baca ini.
Harap dimaklum! Admint kemarin-kemarin sempat sibuk. Selain itu kami juga sempat buntu ide, terkait topik apa lagi yang ingin kami angkat di blog ini. Jadi sekali lagi, mohon dimaafkan ya jika selama ini kami sempat hiatus dalam beberapa minggu.
Nah pada postingan terbaru ini, kami mengangkat topik tentang lagu sunda. Soalnya sudah lama juga kami tak membahas hal itu. Dan untuk lagu sunda yang kami angkat kali ini adalah lagu "Ulah Ceurik", lagu yang cukup populer di kalangan masyarakat sunda.
Lagu ini sendiri dinyanyikan oleh penyanyi sunda kenamaan yakni Darso, yang dirilis di era tahun tahun 2000-an. Dan sampai dengan saat ini, masih sering diperdengarkan oleh banyak orang. Bahkan sudah banyak juga penyanyi lain yang mengcoverinya.
Sementara itu untuk isi lagunya, menceritakan tentang putusnya hubungan antara dua pasangan suami isteri. Padahal tadinya mereka saling mencintai dan saling memiliki antara satu sama lain. Ya intinya, makna lagu ini dalam banget dan benar-benar bikin kita galau..
Lalu seperti apa isi lirik dari lagu "Ulah Ceurik" ini dan berikut makna yang terkandung di dalamnya? Yuk simak ulasannya berikut ini.
ilustrasi gambar oleh pixabay (edited by zaeabjal.my.id)
Judul: Ulah Ceurik (Jangan Menangis)
Penyanyi: Darso
Rilis: Tahun 2000-an
Cak di dieu cak semet dieu
(Sudah di sini sudah sampai di sini)
Lalakon cinta nu urang
(Kisah cinta punya kita)
Tep antepkeun tong diguar deui
(Biarkan saja jangan diusik lagi)
Carita cinta nu pegat
(Cerita cinta yang putus)
Najan kagandrung sagunung
(Walau rasa suka sebesar gunung)
Najan duriat sajagat
(Walau rasa cinta sebesar dunia)
Kadeudeuh nu nyanggreud pageuh
(Kekasih yang begitu dekat)
Akhirna urang papisah pisah
(Akhirnya kita berpisah)
Pek ka saha ka urang mana
(Mau ke siapa mau ke orang mana)
Geura milari gentosna
(Segera mencari penggantinya)
Jig ka kidul jig ka kaler
(Coba cari ke utara ke selatan)
Kulon ngetan moal nyaram
( Ke barat atau timur tidak bakal mencegah)
Tos teu aya kakaitan
(Sudah tidak ada keterkaitan)
Antara urang duaan
(Antara kita berdua)
Lain anjeun lain akang
(Bukan kamu bukan saya)
Urang geus lain-laina lain
(Kita sudah bukan siapa-siapa)
Ulah ceurik
(Jangan menangis)
Tong diceungceurikan
(Jangan ditangisi)
Tarimakeun janten randa
(Terima saja jadi janda)
Akang pasrah jadi duda
(Saya pasrah jadi duda)
Da geuning kieu kuduna
(Karena memang begini hrausnya)
Urang teu bisa kumaha
(Kita tidak bisa berbuat apa)
Ulah ceurik
(Jangan menangis)
Tong diceungceurikan
(Jangan ditangisi)
Wayahna urang papegat
(Terpaksa kita putus)
Najan hate masih beurat
(Walau hati masih terasa berat)
Pileuleuyan pileuleuyan
(Selamat tinggal selamat tinggal)
Hampura akang hampura
(Maafkan saya maafkan)
Keterangan: Arti dan makna lagu ini, berdasarkan dari penafsiran admint pribadi.
Itulah lirik lagu "Ulah Ceurik" dan berikut makna yang terkandung di dalamnya. Nah menurut kalian bagaimana? Isi liriknya benar-benar dalam kan ya? Tapi semoga saja ini nggak bikin anda baper. Meskipun misalnya anda pernah mengalami kisah yang sama, sebagaimana dalam lagu tersebut..
Oke demikian informasi yang bisa tim Saung Tanah Pasundan persembahkan untuk hari ini. Semoga ini bisa bermanfaat dan mohon maaf jika sekiranya ada kesalahan dan atau kekeliruan di dalamnya..

Post a Comment for "Lirik Lagu "Ulah Ceurik" dan Maknanya"