Belajar Bahasa Sunda (Bagian 10)
Pada beberapa waktu yang lalu, kami pernah membahas tentang nama-nama hewan atau binatang dalam bahasa Sunda. Atau tepatnya pada bahasan pelajaran bahasa Sunda bagian 07. Nah pada kali ini, kita akan membahas tentang nama-nama anaknya.
Jangan salah lho! Di daerah Sunda, nama anak hewan atau binatang itu ada istilahnya tersendiri. Dan setiap binatang, mempunyai nama masing-masing untuk nama anaknya.
Oh ya? Iya lur. Dan itulah uniknya budaya dan tradisi Sunda. Karena sampai anak binatang saja mempunyai nama istilahnya tersendiri.
Tapi ya mungkin di daerah lain juga sama. Namun tentunya istilahnya bisa berbeda-beda. Karena kan bahasanya juga berbeda. Benar nggak??? Hehe
Lalu kalau di daerah Sunda, nama-nama anak binatang ini seperti apa dan bagaimana? Biar nggak penasaran, yuk simak di bawah ini penjelasannya.
Dan inilah nama-nama anak binatang dalam Bahasa Sunda:
01. Anak Anjing = kirik/kicik
02. Anak Ikan Bandeng = nénér
03. Anak Buaya = bocokok
04. Anak Ikan Bogo = cingok
05. Anak Entog/Bebek = titit
06. Anak Gajah = ménél
07. Anak Merpati = piyik
08. Anak Kepiting = boncérét
09. Anak Kupu-kupu = hileud
10. Anak Ikan Lélé = nanahaon
11. Anak Monyet = begog
12. Anak Manusia = orok
13. Anak Sapi = pedét
14. Anak Babi = begu/bedul
15. Anak Banténg = bangkanang
16. Anak Belut = kuntit
17. Anak Laba-laba = aom
18. Anak Kambing = cémé
19. Anak Ayam = ciak
20. Anak Ikan Gabus = kokocolan
21. Anak Kuda = belo
22. Anak Kutu = kuar
23. Anak Ikan = kurayak
24. Anak Macan = juang/aom
25. Anak Kerbau = eneng
26. Anak Nyamuk = utek-utek
27. Anak Kucing = bilatung
28. Anak Tupai = kekes
29. Anak Kumbang = ku'uk
Keterangan:
- Nama anak binatang yang disebut, hanyalah nama-nama dari binatang yang populer di masyarakat.
- Istilah bahasa di atas, bisa saja berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya, terkhusus yang masih dalam satu lingkup tanah Pasundan (sebagian besar daerah-daerah di Provinsi Jawa Barat).
Itulah ke-29 nama anak binatang dalam bahasa Sunda. Ya meskipun nggak semuanya tercantum (karena kan jumlah binatang itu sangat banyak sekali), tapi lumayanlah. Karena setidaknya ini bisa menambah pengetahuan bahasa Sunda kalian.
*leres teu lur..??!
Oke demikian informasi yang bisa tim Saung Tanah Pasundan bagikan pada kesempatan hari ini. Semoga ini bisa bermanfaat serta mohon maaf apabila ada kesalahan dan atau kekeliruan yang kami buat pada postingan ini.
Keterangan: Sumber artikel asli berasal dari sini, namun dengan beberapa sedikit perubahan.

Mantap juga nih.
ReplyDeletehatur nuhun nya bu, perkawis support na.. #sungkem
Delete