ilustrasi gambar oleh iStockphoto (edited by zaeabjal.my.id)
ilustrasi gambar oleh pixabay.com (edited by zaeabjal.my.id)
Mengenal Makna Ketupat Dalam Bahasa Sunda
Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ketupat artinya adalah makanan yang dibuat dari beras yang dimasukkan ke dalam anyaman pucuk daun kelapa. Bentuknya ada yang seperti kantong segi empat atau dan sebagainya. Setelah itu kemudian ia direbus, dan lalu setelah matang dimakan sebagai pengganti nasi.
Dari penjelasan umum di atas, kita bisa mengetahui bahwa sejatinya makanan ketupat itu tidak identik sebagai makanan khas Lebaran, sebagaimana kebiasaan di masyarakat selama ini. Bahkan karena hal ini, ketupat sering dijadikan penghias ucapan selamat Lebaran.
Bisa disebut demikian oleh sebab ketupat ini, tidak hanya disajikan pada saat Lebaran. Namun makanan itu bisa ditemukan dalam keseharian di amsyarakat kita. Seperti misalnya di pasar-pasar atau para pedagang kupat tahu keliling.
Di dalam bahasa Sunda sendiri, ketupat itu disebut kupat. Tapi kata tersebut, kemudian bisa mengandung makna baik dan buruk sekaligus. Dan itu tergantung konteks kalimatnya.
Menurut budayawan Hawe Setiawan, dalam bahasa Sunda, kata kupat yang dijadikan kata kerja (ngupat), memiliki dua makna. “Dina basa Sunda, kecap pagawean ngupat aya dua harti. Kahiji nyieun kupat. Kadua, ngomongkeun batur,” katanya.
Menurut esais dalam bahasa Sunda dan Indonesia ini, dalam kebudayaan Sunda kata kupat terdapat dalam sebuah nyanyian guyon:
“Geuningan paribasa "dua kali dua sami sareng opat//mun geus pinter ngadu'a sok meunang kupat". "Opat kali opat genep welas//mun teu nyieun kupat hartina teu boga beas" ungkap pria kelahiran Subang ini.
Kreasi Orang Pesantren
Sementara budayawan asal Sukabumi, Suwarsa mengatakan, ngupat dalam bahasa Sunda bisa nyieun (membuat ketupat) atawa ngadahar kupat (memakan ketupat). Sedangkan ngupat yang berarti ngomongkeun batur (menceritakan orang lain), berasal dari kata "mengumpat" dalam bahasa Indonesia, yang artinya menceritakan keburukan atau kejelakan orang lain.
Dalm KBBI sendiri, mengumpat mempunyai tiga makna. Pertama mengeluarkan umpatan, memjelek-jelekkan orang, mengeluarkan kata-kata keji atau kotor karena marah (jengkel, kecewa, dan sebagainya). Kedua mencerca, mencela keras. Dan ketiga mengutuk orang karena merasa diperlakukan kurang baik, memaki-maki.
Menurut pria yang akrab disapa Kang Warsa ini, latar belakang kata mengumpat digunakan oleh orang Sunda oleh karena kata tersebut tidak memiliki padanan dalam mengartikan surat Al-Humazah. “Sok basa Sundana tukang ngomongkeun batur naon? Ngadoni oge tina basa Arab: dzan, yang artinya prasangka,” jelasnya.
Menurut Kang Warsa ngupat yang berarti mengumpat untuk menerjemahkan surat Al-Humazah bisa dipastikan merupakan kreasi orang pesantren. “Jaman abdi mondok ogĂ© tos janten babasaan” katanya.
Keterangan: Sumber artikel asli, berasal dari NU Online Jabar, namun dengan beberapa sedikit perubahan.


senang banget emang bikin ketupat dan tradisi ngupat nya
ReplyDeleteKebayang jaman bapak mertua masih ada , bikinketuoat ramai2 itu sesuatu banget
ReplyDelete